Why ?

Why ?

WELCOME NEW GENERATIONS

DONASIKAN DANA ANDA KE REK. BCA. 07 11 85 46 99 An. SAIFUL AHMAD

27 Oktober 2010

Manusia 5 Cm

Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain.
Manusia melepaskan sesuatu dari manusia lain.
Manusia menjadi manusia karena manusia lain
atau mungkin ada juga manusia yang menjadi manusia kembali karena manusia lain.
Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberikan manfaat sama orang lain. (Bagi umat manusia, manusia itu suci)

Biarkan keyakinan kamu, 5 cm menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan .... sehabis itu yang kamu perlu ... Cuma.
“Cuma kaki yang akan berjalan LEBIH JAUH dari biasanya,
tangan yang akan berbuat LEBIH BANYAK dari biasanya,
mata yang akan menatap LEBIH LAMA dari biasanya,
leher yang akan LEBIH SERING melihat ke atas.

Lapisan tekad yang seribu kali LEBIH KERAS dari baja . . .
dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa. . . .

“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan kenyakinan, bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama.
Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada KEKUATAN MIMPI dan MENGEJARNYA,

bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan.
Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun . . . .
dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.

Percaya pada 5 cm di depan kening kamu.

“Sesuatu yg pasti di dunia ini adalah ketidakpastian . . . .” “Dan Tuhan memelihara ketidakpastian itu pada seluruh umat manusia agar manusia terus belajar, terus bermimpi dan ujung-ujungnya kita akan kembali padaNya.”

21 September 2010

Sepenggal Cerita

Sepenggal Cerita

Kamu harus kuat Adinda, Jadilah pemenang dalam hidupmu, Jangan pernah menyerah dan kalah dalam penderitaan Adinda. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu.'

Kata-kata itu dan senyuman khas suaminya selalu menenteramkan dan menguatkan hati disaat dirinya hancur dan terpuruk seolah bernapas dalam lumpur.

tak berapa lama wajahnya bersedih, duduk termenung. hapenya terlepas. adiknya baru mengabarkan. 'Kakak, abang kecelakaan dijembatan layang, ada mobil yang menabrak sepeda motornya. Abang meninggal dunia Kak.' Air matanya menetes, raut mukanya tanpa ekspresi hanya mampu berserah diri pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, masih teringat ucapan suaminya.

'Hidup ini indah Adinda.'

Pesan : ” Sayangilah jika kau masih bisa dan sempat menyayangi, karena hidup kita tidak ada yang tahu jangan sampai MENYESAL”.

05 April 2010

HATI

HATI

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Si X merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang Si X sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, Si X putuskan untuk melakukannya sendiri..

Sambil menangani lukanya, perawat bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.
Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.
Aku sangat terkejut dan berkata, ?
Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi??
Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, ?
Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan ?

Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi,
tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku?

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.
Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting:
Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.