Why ?

Why ?

WELCOME NEW GENERATIONS

DONASIKAN DANA ANDA KE REK. BCA. 07 11 85 46 99 An. SAIFUL AHMAD

25 September 2009

Katanya


KATANYA

Katanya inginnya dicintai . . . .
Katanya dengan dicintai kita merasa senang
Katanya dengan dicintai kita tidak sakit hati
Katanya dengan dicintai kita bisa tertawa

Katanya inginnya dicintai . . .
Tapi gak mau mencintai . . . .
Katanya dengan mencintai kita bisa marah
Katanya dengan mencintai kita bisa sakit hati
Katanya dengan mencintai kita bisa frustasi

Katanya . . . .
Mencintai dan dicintai
Ehm . . . sepertinya ini lebih seru
Dengan berbagi rasanya lebih tenang
Dengan begitu hidup jadi berwarna
Dengan begitu hidup lebih indah

Katanya . . .
Disini saja sudah tidak adil
Sudah mementingkan diri sendiri
Gak peduli dengan perasaan orang lain
Katanya . . .
Memangnya sudah tidak ada cara lain

Katanya . . . .
Kalau kita tidak senang
Apa kita bisa lebih menikmati kesenangan kita
Kalau kita tidak sakit hati
Apa kita bisa lebih menghargai kebahagiaan kita
Waktu sakit betapa berharganya kesehatan kita

Katanya . . .
Hidup tidak selamanya lancar
Pasti saja ada halangan dan rintangan
Tergantung cara kita menghadapinya

Katanya . . .
Untuk menjadikan manusia lebih baik
Agar sadar 
betapa berharganya Hidup ini
Katanya . . .
Semoga bermanfaat sederet tulisan ini

16 September 2009

Senyum Ahh

Pada suatu hari 3 orang vampir lagi unjuk taring atas kehebatannya masing-masing dalam hal menghisap darah dan membunuh mangsa.


“kebetulan nih malem dingin banget, gue jadi laper neh” celetuk vampir pertama.
“gimana kalo kita adu kekuatan, sapa yang paling cepet ngisep darah” tanya vampir kedua..
“okeh…!!!”


“gue duluan” kata vampir pertama…
lalu…whuuusssss…vampir pertama melesat..gak lama, selang lima menit dia kembali lagi dengan muka penuh darah dan sambil berkata..”lo liat gak kota dibawah sono??”
“iya liat” kata vampir dua & tiga
“semua penduduknya udah pada tewas, gue isep darahnya”


aahh, belom seberapa, neh liat gue..dan vampir kedua pun melesat tajam..selang tiga menit, diapun kembali dengan wajah belepotan darah, sambil berkata…
“lo liat kampung dibawah sana?? semua penduduknya dah pada tewas gue isep darahnya!!”
“aahh kecil, neh liat gue!!” vampir ketiga pun terbang melesat tajam… dan gak sampe satu menit dia udah kembali dengan darah diseluruh muka… dan dia berkata “lo liat tiang listrik dibawah sono??”
“iya..iya liat…”
“sialaaan..gue kagak liat!!@#$%^&”

05 September 2009

KEPUTUSAN

KEPUTUSAN



Keseharian kita
Bukanlah berarti memuaskan semua pihak
Jika ya
Hidup kita rapuh dan mudah terombang ambing

Pendirian yang teguh dan istiqomah
Membawa hidup kita lebih tenang dan tidak mudah bingung
Tidak seperti Awan yang selalu berubah karena angin

Setiap keputusan selalu saja ada yang tidak senang
Ketika keputusan sudah diambil tetap harus dijalankan

Jadi . . . .
Putuskanlah dengan bijak

Wassalam,
Semoga bermanfaat sepenggal kata sejuta makna bagi yang memahaminya

01 September 2009

Mengenangmu


MENGENANG MU



Sabtu 8 Agustus 2009

Pagi itu seperti pagi-pagi biasanya

Seperti biasa aku selalu mengganggu pagimu

Walau ku tak minta kau selalu membuatkanku sarapan

Kau yang selalu memperhatikanku


Pagi itu tak ada tanda – tanda apapun untukku

Aku tak tahu kalau pagi itu adalah . . . .

Hari terakhir kita bertemu

Hari terakhir kita berbicara

Hari terakhir kau membuatkanku sarapan

Hari terakhir aku melihatmu tersenyum


Maafkan aku yang tak ada

Disaat-saat terakhir hidupmu

Maafkan aku yang tak ada

Disaat orang-orang panik ingin menolongmu

Maafkan aku yang tak ada

Disaat kau membutuhkan aku

Maafkan aku yang tak dapat menemanimu

Disaat-saat kau dijemput yang Kuasa


Maafkan aku yang tak sadar

Betapa besar sayangmu padaku

Maafkan aku yang tak dapat mengucapkan kata terakhirku

Aku sangat sayang padamu


Aku ……….

Tak ada lagi kata yang dapat ku ucapkan

Selamat jalan kakakku tersayang

Semoga kau tenang disisiNya

Amien yarobal alamin.

Jakarta Agustus 2009

30 Juli 2009

Akar

AKAR


Hidup manusia harus ber­pijak
sebagaimana setiap pohon harus berakar

Berkatalah sebatang pohon kepada manusia
"Akarku menghunjam dalam ke tanah yang merah,
dan aku akan memberimu buah-buahku".

Manusia itu menjawab
"Tanah yang merah itu mengajariku
untuk menerima pemberianmu dengan rasa terima kasih."




10 Juli 2009

Kesendirian

KESENDIRIAN


Kesunyian yang lahir karena kesendirian
Mencari jati diri dalam sepi
Tuk menyegarkan nurani yang sudah penat

Sebuah anugrah yang banyak menampik


Menyendiri bukan tuk bengong
Banyak ide besar muncul dalam kesendirian

Tuk mendekatkan diri kepada sang kuasa

Sedikit Menepi dalam menata hati sunyi


Kesunyian

Menjaga mata agar tak sepenuhnya menutup
Tanpa kita sadari

Banyak dari kita tak tahu diri sendiri

Tidak kenal siapa dirinya


Menjalani hidup dengan berjalan tanpa sadar

Banyak menggunakan

Topeng-topeng semu
yang selalu kita banggakan

Ada topeng kemunafikan

Ada topeng penjilat
Suka atau tidak suka itulah yang kita kenakan

Kembali dalam sepi

Dengarkan lah jeritan hati yang menangis

Mengetahui kita menggunakan seribu balutan topeng sesungguhnya
Dalam sepi ini cobalah kembali menjadi diri sendiri
Tanpa balutan topeng yang ada.


Menjadi jujur dalam sepi
memang tampak mudah

Tapi hal itu tak akan pernah menjadi mudah

Kecuali kita bisa memulainya
Belajar dalam sepi untuk jujur dan menjadi diri sendiri


Dan . . . .

Jadilah dirimu yang sejati seperti dalam sendiri

05 Juni 2009

Manusia sadar manusia

MANUSIA SADAR MANUSIA



Apa manusia baru akan sadar . . . .

setelah mereka merasakan penderitaan

Setelah mereka tidak mampu berbuat apapun

Setelah mereka tidak punya kekuasaan lagi

Setelah mereka merasakan sakit


Apa manusia baru akan sadar . . . .

Setelah mereka tidak kaya lagi

Setelah mereka tidak memiliki jabatan lagi

Setelah mereka . . . . .


Hai kau manusia sadarlah


Ingatlah suatu saat kau

Kan membutuhkan orang lain

Kan memohon pada orang lain

Kan tidak muda lagi


Hai kau manusia apa yang telah kau lakukan

Apa kau telah berbuat baik

Apa kau telah memperhatikan bawahanmu

Apa kau telah memperhatikan tetanggamu

Apa kau telah menolong sesamamu

Apa kau telah . . . .


Pada akhirnya

Hanya amal ibadahlah yang dapat membantumu

dan hanya perbuatan baiklah yang akan selalu dikenang

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepadaNya kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)



13 April 2009

HATIKU DAN HATIMU

HATIKU DAN HATIMU

Kisah ini hanya akan memperoleh jawaban dari diri anda sendiri jika anda membaca dengan baik dan dipahami.

Berteman dengan siapapun buat saya adalah sesuatu yang menggembirakan. Tetapi banyak mutiara yang muncul dari orang-orang yang sederhana.
Pada suatu hari seorang pedagang bercerita bahwa pada saat bulan tertentu seperti bulan ramadhan dirinya bisa kuwalahan melayani pembeli. Sampai dia mengajak sanak saudaranya ikut membantunya berjualan, termasuk bapaknya sendiri. Katanya, pada satu sore sudah banyak pembeli yang mengantri. Bapak dan saudara-saudara sibuk melayani sementara pedagang tersebut pulang untuk mengambil persediaan dagangannya yang hampir habis dirumah.Sekembalinya ke warung dan pembeli sudah mulai berkurang. Adzan maghrib berkumandang. Sang bapak menghampiri anaknya dan mengatakan kalau kotak uang penjualan hari ini telah hilang diambil orang. Sebagai gantinya bapaknya bersedia bekerja selama ramadhan tidak usah digaji.
Hari telah berlalu, seminggu kemudian. Abis jelang adzan maghrib ada seorang pemuda pesan makanan dan minuman. Bapaknya langsung melayaninya. Orang itu dilayani dengan istimewa, membuat anaknya menjadi heran, kenapa bapak memperlakukan dia sangat istimewa. Mulai dari mempersilahkan duduk, menyiapkan pesananannya dan es teh manis dengan sangat ramahnya.
"Bapak, siapakah dia? Kenapa bapak melayaninya dengan sangat istimewa?Apa dia pejabat kelurahan?" Kata anaknya penuh keheranan."Bukan. Dia adalah yang mengambil kotak uangmu tempo hari." Jawab bapaknya.Mendengar jawaban bapak seperti itu rasanya darahnya mendidih. Ingin rasanya meluapkan amarah pada orang itu.Tapi bapak mencegahnya dengan mengatakan. "Jangan kamu luapkan amarahmu. Dia adalah guru sejatimu sebab dari dialah, dirimu bisa belajar mengubah bencimu menjadi Cinta."Anaknya dibuat tertegun mendengar tutur katanya. Sempat bertanya dalam hati, Mengubah benci menjadi cinta? Apakah mungkin? Bagaimana menurut anda?
Tidak penting kisah ini datang dari mana, yang terpenting ada manfaatkah untuk anda ---
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui' QS. Al Baqarah : 216
Wassalam

13 Maret 2009

PUTUS ASA GAK PENTING


Dalam kehidupan sehari-hari pasti ada beberapa persoalan yang membuat kita hampir putus asa, karena di saat ditimpa kemalangan kebanyakan mereka tidak mampu lagi berpikir positif tentang diri dan dunia di sekitarnya. Mereka kebanyakan akan berpikir pendek dan bersikap pesimis yang memandang penderitaan hidup ini sebagai beban yang tidak akan pernah berakhir. Sikap demikian sangatlah berbahaya, tak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga orang lain.kita haruslah mencoba bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi masa-masa sulit. Salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah menanamkan dalam pikiran kita bahwa masa-masa sulit yang kita hadapi dalam kehidupan ini tidak akan berlangsung selamanya, melainkan hanya sementara saja. Dengan demikian, kita akan dapat melihat sisi terang dari kehidupan ini. Oleh karena itu kita harus mencoba menumbuhkan sikap optimisme,. "For myself, I am an optimist--it does not seem to be much use being anything else. – Bagi saya sendiri, saya adalah seorang yang penuh optimisme – karena tak akan lebih menguntungkan dengan menjadi yang lain," kata Winston Churcill. Karena rasa optimis adalah sumber kekuatan untuk mencari berbagai solusi secara realistis dan semangat untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan. Sehingga kemungkinan untuk meraih kehidupan yang sukses dan bahagia akan jauh lebih besar.Jadi tidak ada untungnya berputus asa menyalahkan diri sendiri, orang lain dan keluarga. Satu lagi yang terpenting kita yang melihat orang lain seperti itu bantulah semampunya jangan diam pura pura tidak tahu coba ditemani ajak bicara dan yang mengalami jangan malu tuk minta masukan, saran, pendapat dari orang lain yang tepat. Good bye putus asa. (Persoalan bukan untuk dihindari tapi hadapilah dan selesaikan, jangan jadi manusia yang gak berguna diam dan menerima apa adanya, cemen coy)

26 Februari 2009

MENGERTI

MENGERTI

Apa itu mengerti ?
Apa karena kita tahu jadi mengerti
Atau karena kita mengerti jadi tahu

Mengerti bukan karena kita tahu
Bukan karena kita tahu jadi mengerti

Kadang kita merasa sudah berbuat baik
Kenapa orang masih menganggap kita buruk
Kadang kita merasa lebih pintar
Kenapa orang bilang kita bodoh
Kadang kita merasa sudah kerja keras
Kenapa orang bilang kita malas

Tuk mengerti perlu logika dan berpikir
Tuk mengerti perlu belajar kesabaran

Dengan berpikir kedua sisi
Kita bisa mengerti keadaan
Dengan belajar kesabaran
kita bisa mengerti menerima keadaan

Tuk mengerti tidak lah sulit
Jangan hanya berpikir kita, kita dan kita
Cobalah tuk peduli dengan orang lain
Kau akan mengerti

10 Januari 2009

Lempar Sepatu di Irak



Peristiwa pelemparan sepatu oleh wartawan kepada Presiden Bush menuai kontroversi. Di Iraq sendiri, warga mengaku senang karena orang nomor 1 yang sudah lengser dari Gedung Putih ini dituding sebagai biangkerok kekacauan di Iraq.
Tetapi Presiden Iraq dalam konferensi pers mengaku marah dengan tindakan tersebut.

Kepada wartawan dia mengatakan:

Presiden : “Saya sangat kecewa dengan ulah wartawan kita yang sembrono tadi. Saya meminta kepada aparat supaya ditindak tegas.”

Wartawan : “Bukankah rekan saya tadi mewakili kekecewaan rakyat Iraq atas perbuatan Bush selama ini…?”

Presiden : “Itu tindakan bodoh dan hanya memalukan bangsa kita….”

Wartawan : “Bukankah itu suatu keberanian melempar sepatu kepada presiden Amerika?”

Presiden : “Soal keberaniannya memang saya suka, tapi sudah melempar 2 x masih meleset itu yang membuat saya marah….”

Wartawan : ……????

Tragedi Kemanusiaan


Kevin Carter berangkat ke Sudan dengan niatan untuk mengambil foto pemberontakan yang terjadi. Namun sesampainya disana, justru korban kelaparan-lah yang menarik minatnya. Dijalan dia mendapati seorang bocah perempuan kelaparan merangkak lemah susah payah menuju pusat pembagian makan, berhenti ditengah jalan dan mengumpulkan tenaga. Ditengah kejadian itu, seekor burung bangkai datang dan menunggu bocah tersebut. Carter-pun mengabadikan kejadian tersebut. Foto ini pertama dimuat dikoran New York Times, dan reaksi keras bermunculan mengkritik Carter yang tidak menolong gadis kecil ini. Carter beralasan dia sudah mengusir burung bangkai tersebut sesudah mengambil foto, namun tidak menolong si bocah karena konvensi fotografer yang tidak boleh ikut campur dalam konflik (?). kontroversi terus menghujani Carter, meskipun hadiah Pulitzer dia terima atas karyanya ini. Tahun 1994, Carter ditemukan bunuh diri dengan sengaja mengalirkan gas CO dari knalpot mobil kedalam ruangannya. Dia meninggalkan catatan yang isinya berupa penyesalan dan kesedihan karena tidak menolong si bocah, frustasi akibat terjerat hutang dan kesedihan karena sahabat karibnya tertembak. Foto ini selalu mengingatkan akan tragedi kemanusiaan di Afrika dan tragedi dalam dunia fotografi itu sendiri, keduanya memang tidak bisa dipisahkan.


06 Januari 2009

MONUMEN NASIONAL


MONUMEN NASIONAL

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.
Tugu Peringatan
Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur, Minggu atau libur sekolah banyak masyarakat yang berkunjung ke sini. Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.
Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor
perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.
Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan
elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.
Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5
ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.
Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk
bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

BOGOR PALACE

BOGOR PALACE

The Bogor Palace was built in 1744 by the Dutch Indies Government as a country retreat of the Governor General. In 1950 it become one of the Presidential Palaces of the Indonesia Republic. The APEC Economic Leaders Committed themselves to attainment of free trade and investment in the APEC region by 2020. It was also in this Palace that President Susilo Bambang Yudhoyono received the visit of United States President George W. Bush on 20 November 2006.
To be Continue . . . .